Berikut ini adalah pembahasan tentang kunci determinasi atau kunci dikotomi yang meliputi pengertian kunci determinasi, cara membuat kunci determinasi, langkah langkah membuat kunci determinasi, kunci determinasi tumbuhan, kunci determinasi hewan, contoh kunci determinasi tumbuhan, contoh kunci determinasi hewan, kunci determinasi sederhana tumbuhan, contoh kunci determinasi sederhana tumbuhan.
2.Buah berbiji tunggal
3. Bunga biseksual............................................................Allmania
3. Bunga uniseksual.....................................................Amaranthus
2.Buah berbiji banyak.............................................................Celosia
1. Daun berhadapan
4. Kepala putik satu....................................................Althernanthera
4. Kepala putik bercabang dua........................................Gomphrena
1.b. Daun berseling............................................................................3
2.a. Kepala putik satu..................................................Althernanthera
2.b. Kepala putik bercabang dua......................................Gomphrena
3.a. Buah berbiji banyak..........................................................Celosia
3.b. Buah berbiji tunggal...................................................................4
4.a. Bunga biseksual.............................................................Allmania
Pengertian Kunci Determinasi
Kunci determinasi digunakan untuk mencari nama tumbuhan atau hewan yang belum diketahui. Kunci determinasi yang baik adalah kunci yang dapat digunakan dengan mudah, cepat serta hasil yang diperoleh tepat.Kunci Determinasi yaitu cara atau langkah untuk mengenali organisme dan mengelompokkannya atau menggolongkan makhluk hidup.
Kunci determinasi atau kunci dikotomi adalah cara atau langkah untuk mengenali organisme dan mengelompokkannya pada takson makhluk hidup. Kunci dikotomis berisi deskripsi ciri - ciri organisme yang di sajikan dengan karakter berlawanan. Kunci dikotomis terdiri dari sederetan pernyataan yang terdiri dari dua baris dengan ciri yang berlawanan.Pada umumnya kunci disusun secara menggarpu (dikotomi), memuat ciri-ciri yang bertentangan satu sama lain. Artinya, apabila suatu makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang satu, berarti ciri yang lain pasti gugur.
Macam-macam Jenis Kunci Determinasi
Dikenal dua macam kunci determinasi, yaitu kunci determinasi bertakik (Idented Key) dan kunci determinasi paralel (Bracketed Key).a. Contoh kunci determinasi bertakik:
1. Daun berseling2.Buah berbiji tunggal
3. Bunga biseksual............................................................Allmania
3. Bunga uniseksual.....................................................Amaranthus
2.Buah berbiji banyak.............................................................Celosia
1. Daun berhadapan
4. Kepala putik satu....................................................Althernanthera
4. Kepala putik bercabang dua........................................Gomphrena
b. Contoh kunci determinasi paralel:
1.a. Daun berhadapan........................................................................21.b. Daun berseling............................................................................3
2.a. Kepala putik satu..................................................Althernanthera
2.b. Kepala putik bercabang dua......................................Gomphrena
3.a. Buah berbiji banyak..........................................................Celosia
3.b. Buah berbiji tunggal...................................................................4
4.a. Bunga biseksual.............................................................Allmania
4.b. Bunga uniseksual.......................................................Amaranthus
Perhatikan petunjuk pembuatannya sebagai berikut:
Berdasarkan Tabel Pembanding di atas dapat dibuat kunci bertakik dan kunci paralel sebagai berikut.
2. Daun roset, benangsari 10...........................................spesimen 3
2. Daun berhadapan, benangsari 5..................................spesimen 4
1. Liana atau semak
3. Daun berhadapan, benangsari 7..................................spesimen 1
3. Daun berseling, benangsari 5......................................spesimen 2
1.b. Herba atau liana..........................................................................3
2.a. Daun roset, benangsari 10...........................................spesimen 3
2.b. Daun berhadapan, benangsari 5..................................spesimen 4
3.a. Daun berhadapan, benangsari 7..................................spesimen 1
3.b. Daun berseling, benangsari 5......................................spesimen 2
Cara Membuat Kunci Determinasi
Latihan Cara Membuat kunci determinasi (bentuk takik maupun paralel) dari spesimen yang disediakan.Perhatikan petunjuk pembuatannya sebagai berikut:
- Pilihlah ciri-ciri khas yang dapat merupakan ciri kontras dari spesimen yang akan dibandingkan, yang mudah dilihat secara makroskopis dan bersifat tetap.
- Siapkan Tabel Pembanding (lihat contoh)
- Pada setiap pasang pernyataan, pakailah istilah yang paralel dan bersifat komparatif. Hindarkan pemakaian kalimat yang bersifat negatif.
- Hindarkan pengukuran yang tumpang tindih (overlapping).
Tabel: Contoh Tabel Pembanding |
Berdasarkan Tabel Pembanding di atas dapat dibuat kunci bertakik dan kunci paralel sebagai berikut.
a. Kunci bertakik
1. Herba2. Daun roset, benangsari 10...........................................spesimen 3
2. Daun berhadapan, benangsari 5..................................spesimen 4
1. Liana atau semak
3. Daun berhadapan, benangsari 7..................................spesimen 1
3. Daun berseling, benangsari 5......................................spesimen 2
b. Kunci paralel
1.a. Herba..........................................................................................21.b. Herba atau liana..........................................................................3
2.a. Daun roset, benangsari 10...........................................spesimen 3
2.b. Daun berhadapan, benangsari 5..................................spesimen 4
3.a. Daun berhadapan, benangsari 7..................................spesimen 1
3.b. Daun berseling, benangsari 5......................................spesimen 2
Demikian pembahasan singkat, padat dan jelas tentang kunci determinasi.
Baca juga: Manfaat dan Tujuan Klasifikasi